Minggu, 28 November 2010

Goodbye My Love

Memories

Ayaka sibuk menekan tombol di ponselnya, sepertinya dia ingin menelpon Mitsuo. Setelah beberapa menit telepon itu pun tersambungkan.

"Hallo, ini aku Ayaka. Apa betul ini Mitsuo?" Tanyanya dengan antusias.
"Oh, Ayaka. Kamu ingin menyetujui permintaan ku siang tadi?"
"Tentu, aku akan datang untuk makan malam bersama denganmu. Boleh aku mengajak Morie?"
"Apa? Kau mau mengajakku?" Morie menimpali dengan nada kesal.
"Siapa Morie? Tapi terserah kamu Ayaka. Kamu boleh mengajak siapa saja yang kamu inginkan." Suara dari telepon terdengar.
"Morie adalah sahabatku, yang duduk di meja kasir tadi. Baiklah, sampai ketemu di restoran Mie Ramen di Kota. Ok?"
"Ok, sampai ketemu nanti. Bye.."
"Bye"

Setelah menutup telepon, Ayaka langsung menghampiri Morie yang sedang bersiap-siap meninggalkan Sakura Book.

"Ayolah Morie. Kita makan malam bersama. Aku yang akan membayar semuanya." Bujuk Ayaka terulang kembali.
"Hmm.. Aku harus pulang Ayaka. Aku butuh istirahat untuk hari yang amat sangat melelahkan ini."
"Please, aku juga ingin bercerita sesuatu tentang Mitsuo. Waktu itu, aku pernah berjanji akan menceritakan tentang cinta pertamaku. Inilah saatnya. Aku akan menceritakannya padamu."
"Baiklah, aku memang selalu lemah dalam hal merayu. Aku akan menemanimu malam ini."

Setelah Morie menyetujui ikut makan malam bersama Ayaka dan Mitsuo, Morie dan Ayaka segera meninggalkan Sakura Book menuju ke stasiun terdekat menuju ke restoran. Di kereta, Ayaka menepati janjinya, dia segera menceritakan tentang dirinya dan Mitsuo.

"Jadi, ketika aku bersekolah tingkat menengah pertama, dia menyatakan cintanya padaku. Aku tidak pernah menyangka dia akan melakukan hal itu, karena waktu itu aku sangat membencinya. Tapi dengan bersungguh-sungguh, dia berhasil merebut hatiku."
"Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran untuk menerima cintanya?"
"Sebenarnya, waktu itu aku hanya ingin mempermainkannya karena aku tahu dia bersungguh-sungguh mencintaiku, perasaanku berubah terhadapnya."
"Hmm.. Dasar cinta monyet. Lalu, kenapa kau bisa putus derngannya? Bukankah kau dan dia sama-sama mencintai?"
"Kami tidak pernah meyatakan hubungan kami berhenti. Tapi keadaan yang membuat kami menjauh satu sama lain. Ketika kelulusan, dia dipindahkan oleh orang tuanya ke Korea. Dan kami pun tidak pernah berhubungan lagi, karena waktu itu kepergiannya mendadak."
"Oh.. Terus, kenapa dia bilang kau membuat perutnya sakit?"
"Haha.. Kalau masalah itu, dia yang memulai. Jadi, ketika dia mendekati aku dia mengajakku makan Mie Ramen di kota, tempat kita makan malam nanti. Nah.. Tanpa dia ketahui, teman-temanku mengikuti kami. Mereka pun memberikan lada yang sangat banyak ke Mie Ramen dia. Tadinya dia tahan dengan semuanya, setelah beberapa saat dia keluar masuk ke WC. Dan besoknya, dia tidak masuk gara-gara Mie Ramen racikan temanku. Hahaha.."
"Haha.. Kau. ternyata dari dulu memang suka mengerjai orang."

Tanpa mereka sadari, kereta sampai di Stasiun yang mereka tuju. Dan mereka segera turun dan menemui Mitsuo yang telah menunggu di dalam restoran.
Ketika mereka sampai di depan restoran, ponsel Ayaka berbunyi dan terlihat dari layarnya "Mitsuo" menelpon. Ayaka pun segera menjawab telepon dari Mitsuo.


****

Setelah menutup telepon dari Ayaka, Mitsuo segera menuju ke restoran Mie Ramen yang sangat ramai di kota, agar mereka tidak menunggu lama di antrian. Mitsuo senang bisa tahu nama gadis si penjaga meja kasir. Morie, nama yang indah. Gumamnya dalam hati.
Setelah sampai di restoran , dia langsung memesan meja untuk tiga orang. Hampir satu jam dia menunggu, Morie dan Ayaka tak kunjung datang. Dia mulai jenuh dan memutuskan untuk menelpon Ayaka. Setelah beberapa detik ponsel Mitsuo menempel di telinganya, terdengar suara Ayaka yang terengah-engah.

"Hallo Mitsuo. Aku di depan restoran. Maaf membuatmu menunggu."
"Tidak apa. Aku di meja 16. Ok!"
"Ok." kata Ayaka sambil menutup telepon dan melambaikan tangan ke arah Mitsuo. Dengan sekejap, Ayaka dan Morie telah menghampiri Mitsuo.
"Silahkan duduk." sambil berdiri dan membungkuk di depan kedua gadis cantik itu.
"Terima kasih" Balas Ayaka dan Morie bersamaan.
"Salam kenal Morie-chan. Senang bisa bertemu denganmu lagi." Sambutan hangat dari Mitsuo.
"Salam kenal oniisan" Balasnya dengan senyum.

Mereka bertiga berbincang-bincang dengan hangat, meskipun Morie masih canggung dalam suasana ini. Lima belas menit kemudian Mie Ramen pesanan mereka bertiga datang. Mereka pun memakannya dengan lahap sambil sesekali menceritakan tentang masa lalu Ayaka dan Mitsuo.

****

Jumat, 26 November 2010

Goodbye My Love

Beginning

Bulan Juni di Jepang merupakan kegembiraan tersendiri bagi Morie. Gadis berusia 21 tahun ini telah menetap di Kyoto selama 9 tahun setelah kepergian kedua orang tuanya 10 tahun yang lalu. Kedua orang tua Morie meninggal dalam kebakaran yang terjadi di rumahnya waktu itu, sehingga dia memutuskan pindah dari Lombok ke Jepang~negara kelahiran ayahnya. Kini, dia bersekolah di Bukkyo University dan bekerja paruh waktu di toko buku "Sakura Book" di Kyoto.

Liburan musim panasnya kali ini adalah liburan yang sangat di nantinya. Dia sangat ingin ke pantai. Dia ingin melepas penatnya sambil bermain air di pantai. Rencana demi rencana di susunnya, tetapi ternyata dia tidak bisa memulai liburan pertamanya dengan tenang.

lagu Never Let You Go-nya Janice terdengar dari ponselnya. Dia terjatuh karena masih setengah tidur saat mencari benda itu.

"Aduh" keluhnya karena kepalanya terbentur di meja.
"Moshi-moshi.. Maaf mengganggumu Morie. Hari ini Sakura Book terpaksa buka, pengunjung sangat ramai. Katanya mereka ingin menyelesaikan tugas mereka lebih awal. Jadi mereka meminta ku untuk membuka Sakura Book hari ini. Kau bisa datang?" Ocehan panjang lebar dari sahabat Morie~Ayaka.
"Apa? Hari ini hari pertama aku libur Ayaka. Apa harus aku korbankan rencana-rencanaku?"
"Tolonglah! Aku berjanji akan membayarmu lebih untuk kali ini." Ayaka memohon.
"Hmm.. Kalau kamu bukan sahabatku, tidak akan aku membantumu." Gumam Morie.
"Arigato Morie. Sampai ketemu di Sakura Book. Bye.."

Dengan sangat tidak bersemangat, Morie masuk kamar mandi. Beberapa menit kemudian, dia keluar dan segera mengambil sepotong roti yang ada di kulkasnya untuk sarapan paginya. Meskipun Sakura Book tidak jauh dari flatnya, dia tetap bermalas-malasan.

"Ohayo, minna-san" Sapanya ke orang yang berada di dalam toko buku itu saat dia sampai di Sakura Book, meskipun dia tidak mengenal orang yang ada di dalam sana, kecuali Ayaka.
"Ohayo, Morie. Terima kasih kamu sudah mengorbankan waktu liburmu untuk toko bukuku ini." Kata Ayaka ketika Mori duduk di depan meja kasir.
"Huah.. Liburanku kali ini sangat buruk. Sampai kapan kau buka selama liburan musim panas tahun ini?"
"Sekitar tiga hari. mereka kesulitan untuk mencari bahan tugas mereka, jadi aku buka selama tiga hari kedepan." Jawabnya ketika Ayaka meninggalkan Morie untuk melihat buku-buku.
"Syukurlah, tapi tiga hari telah menyita banyak waktu ku." Keluhnya sambil menopang dagu di depan komputer kasir.
"Gozaimasu.." Suara yang terdengar dari pintu Sakura Book. Morie pun segera berdiri untuk menyambut pengunjung yang datang.

****

Mitsuo membuka pintu toko buku yang sangat ramai itu dan menyapa penjaga kasir yang bertubuh mungil dan berambut ikal yang panjang.

"Gozaimasu" Sapa Mitsuo.
"Gozaimasu.. Ada yang bisa ku bantu?" Balas gadis penjaga meja kasir itu dengan sopan sambil membukukkan badannya.
"Aku ingin meminjam buku"
"Boleh aku tahu buku apa yang ingin anda pinjam?"
"Aku ingin meminjam buku Sastra Perancis"
"Baiklah, silahkan tulis nama dan alamat anda di sini! Aku akan mengambilkan bukunya untuk anda." Kata gadis penjaga kasir sambil menunjukkan buku identitas Sakura Book dan segera meninggalkan pria itu.

Bagi Mitsuo gadis itu sangat sopan dan lembut. Dia sangat ingin tahu nama dari gadis itu.
Beberapa menit kemudian, gadis itu datang membawa buku yang ingin dipinjam oleh Mitsuo itu dan segera memberikan buku itu kepadanya.

"Terima kasih atas kunjungan anda Oniisan"
"Sama-sama" Balasnya sambil tersenyum dan masih menyimpan rasa penasaran terhadap gadis itu. Tetapi dia harus menghilangkan rasa penasarannya, karena hari ini dia sangat sibuk. Belum sempat membuka pintu, Ayaka memanggil Mitsuo.

"Mitsuo-san!!" Teriak Ayaka. Pria itu pun menengok ke arah yang memanggilnya, diikuti oleh pengunjung yang lain.
"Ayaka-san.. Apa kabar?" Sapa Mitsuo.
"Baik. Bagaimana dengan dirimu? Ternyata kau masih mengingatku Mitsuo."
"Bagaimana aku bisa melupakan orang yang telah membuat aku sakit perut selama tiga hari?"
"Haha.. Ternyata kau masih mengingat kejadian itu."
"Hari ini kau sibuk?" Tanya Mitsuo.
"Siang ini aku sangat sibuk, tapi nanti malam aku tidak ada kegiatan. Ada apa?" Ayaka Balik tanya ke Mitsuo.
"Aku ingin mengajakmu makan malam nanti. Kamu bisa? Kalau bisa, hubungi aku. aku meninggalkan nomorku di buku identitas. Ok."
"Baiklah, aku akan hubungi kamu nanti. Sepertinya kamu sangat sibuk untuk siang ini."
"Sayonara.." Kata Mitsuo sambil melambaikan tangan.
"Sayonara.." Balas Ayaka.

****