Memories
Ayaka sibuk menekan tombol di ponselnya, sepertinya dia ingin menelpon Mitsuo. Setelah beberapa menit telepon itu pun tersambungkan.
"Hallo, ini aku Ayaka. Apa betul ini Mitsuo?" Tanyanya dengan antusias.
"Oh, Ayaka. Kamu ingin menyetujui permintaan ku siang tadi?"
"Tentu, aku akan datang untuk makan malam bersama denganmu. Boleh aku mengajak Morie?"
"Apa? Kau mau mengajakku?" Morie menimpali dengan nada kesal.
"Siapa Morie? Tapi terserah kamu Ayaka. Kamu boleh mengajak siapa saja yang kamu inginkan." Suara dari telepon terdengar.
"Morie adalah sahabatku, yang duduk di meja kasir tadi. Baiklah, sampai ketemu di restoran Mie Ramen di Kota. Ok?"
"Ok, sampai ketemu nanti. Bye.."
"Bye"
Setelah menutup telepon, Ayaka langsung menghampiri Morie yang sedang bersiap-siap meninggalkan Sakura Book.
"Ayolah Morie. Kita makan malam bersama. Aku yang akan membayar semuanya." Bujuk Ayaka terulang kembali.
"Hmm.. Aku harus pulang Ayaka. Aku butuh istirahat untuk hari yang amat sangat melelahkan ini."
"Please, aku juga ingin bercerita sesuatu tentang Mitsuo. Waktu itu, aku pernah berjanji akan menceritakan tentang cinta pertamaku. Inilah saatnya. Aku akan menceritakannya padamu."
"Baiklah, aku memang selalu lemah dalam hal merayu. Aku akan menemanimu malam ini."
Setelah Morie menyetujui ikut makan malam bersama Ayaka dan Mitsuo, Morie dan Ayaka segera meninggalkan Sakura Book menuju ke stasiun terdekat menuju ke restoran. Di kereta, Ayaka menepati janjinya, dia segera menceritakan tentang dirinya dan Mitsuo.
"Jadi, ketika aku bersekolah tingkat menengah pertama, dia menyatakan cintanya padaku. Aku tidak pernah menyangka dia akan melakukan hal itu, karena waktu itu aku sangat membencinya. Tapi dengan bersungguh-sungguh, dia berhasil merebut hatiku."
"Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran untuk menerima cintanya?"
"Sebenarnya, waktu itu aku hanya ingin mempermainkannya karena aku tahu dia bersungguh-sungguh mencintaiku, perasaanku berubah terhadapnya."
"Hmm.. Dasar cinta monyet. Lalu, kenapa kau bisa putus derngannya? Bukankah kau dan dia sama-sama mencintai?"
"Kami tidak pernah meyatakan hubungan kami berhenti. Tapi keadaan yang membuat kami menjauh satu sama lain. Ketika kelulusan, dia dipindahkan oleh orang tuanya ke Korea. Dan kami pun tidak pernah berhubungan lagi, karena waktu itu kepergiannya mendadak."
"Oh.. Terus, kenapa dia bilang kau membuat perutnya sakit?"
"Haha.. Kalau masalah itu, dia yang memulai. Jadi, ketika dia mendekati aku dia mengajakku makan Mie Ramen di kota, tempat kita makan malam nanti. Nah.. Tanpa dia ketahui, teman-temanku mengikuti kami. Mereka pun memberikan lada yang sangat banyak ke Mie Ramen dia. Tadinya dia tahan dengan semuanya, setelah beberapa saat dia keluar masuk ke WC. Dan besoknya, dia tidak masuk gara-gara Mie Ramen racikan temanku. Hahaha.."
"Haha.. Kau. ternyata dari dulu memang suka mengerjai orang."
Tanpa mereka sadari, kereta sampai di Stasiun yang mereka tuju. Dan mereka segera turun dan menemui Mitsuo yang telah menunggu di dalam restoran.
Ketika mereka sampai di depan restoran, ponsel Ayaka berbunyi dan terlihat dari layarnya "Mitsuo" menelpon. Ayaka pun segera menjawab telepon dari Mitsuo.
"Hallo, ini aku Ayaka. Apa betul ini Mitsuo?" Tanyanya dengan antusias.
"Oh, Ayaka. Kamu ingin menyetujui permintaan ku siang tadi?"
"Tentu, aku akan datang untuk makan malam bersama denganmu. Boleh aku mengajak Morie?"
"Apa? Kau mau mengajakku?" Morie menimpali dengan nada kesal.
"Siapa Morie? Tapi terserah kamu Ayaka. Kamu boleh mengajak siapa saja yang kamu inginkan." Suara dari telepon terdengar.
"Morie adalah sahabatku, yang duduk di meja kasir tadi. Baiklah, sampai ketemu di restoran Mie Ramen di Kota. Ok?"
"Ok, sampai ketemu nanti. Bye.."
"Bye"
Setelah menutup telepon, Ayaka langsung menghampiri Morie yang sedang bersiap-siap meninggalkan Sakura Book.
"Ayolah Morie. Kita makan malam bersama. Aku yang akan membayar semuanya." Bujuk Ayaka terulang kembali.
"Hmm.. Aku harus pulang Ayaka. Aku butuh istirahat untuk hari yang amat sangat melelahkan ini."
"Please, aku juga ingin bercerita sesuatu tentang Mitsuo. Waktu itu, aku pernah berjanji akan menceritakan tentang cinta pertamaku. Inilah saatnya. Aku akan menceritakannya padamu."
"Baiklah, aku memang selalu lemah dalam hal merayu. Aku akan menemanimu malam ini."
Setelah Morie menyetujui ikut makan malam bersama Ayaka dan Mitsuo, Morie dan Ayaka segera meninggalkan Sakura Book menuju ke stasiun terdekat menuju ke restoran. Di kereta, Ayaka menepati janjinya, dia segera menceritakan tentang dirinya dan Mitsuo.
"Jadi, ketika aku bersekolah tingkat menengah pertama, dia menyatakan cintanya padaku. Aku tidak pernah menyangka dia akan melakukan hal itu, karena waktu itu aku sangat membencinya. Tapi dengan bersungguh-sungguh, dia berhasil merebut hatiku."
"Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran untuk menerima cintanya?"
"Sebenarnya, waktu itu aku hanya ingin mempermainkannya karena aku tahu dia bersungguh-sungguh mencintaiku, perasaanku berubah terhadapnya."
"Hmm.. Dasar cinta monyet. Lalu, kenapa kau bisa putus derngannya? Bukankah kau dan dia sama-sama mencintai?"
"Kami tidak pernah meyatakan hubungan kami berhenti. Tapi keadaan yang membuat kami menjauh satu sama lain. Ketika kelulusan, dia dipindahkan oleh orang tuanya ke Korea. Dan kami pun tidak pernah berhubungan lagi, karena waktu itu kepergiannya mendadak."
"Oh.. Terus, kenapa dia bilang kau membuat perutnya sakit?"
"Haha.. Kalau masalah itu, dia yang memulai. Jadi, ketika dia mendekati aku dia mengajakku makan Mie Ramen di kota, tempat kita makan malam nanti. Nah.. Tanpa dia ketahui, teman-temanku mengikuti kami. Mereka pun memberikan lada yang sangat banyak ke Mie Ramen dia. Tadinya dia tahan dengan semuanya, setelah beberapa saat dia keluar masuk ke WC. Dan besoknya, dia tidak masuk gara-gara Mie Ramen racikan temanku. Hahaha.."
"Haha.. Kau. ternyata dari dulu memang suka mengerjai orang."
Tanpa mereka sadari, kereta sampai di Stasiun yang mereka tuju. Dan mereka segera turun dan menemui Mitsuo yang telah menunggu di dalam restoran.
Ketika mereka sampai di depan restoran, ponsel Ayaka berbunyi dan terlihat dari layarnya "Mitsuo" menelpon. Ayaka pun segera menjawab telepon dari Mitsuo.
****
Setelah menutup telepon dari Ayaka, Mitsuo segera menuju ke restoran Mie Ramen yang sangat ramai di kota, agar mereka tidak menunggu lama di antrian. Mitsuo senang bisa tahu nama gadis si penjaga meja kasir. Morie, nama yang indah. Gumamnya dalam hati.
Setelah sampai di restoran , dia langsung memesan meja untuk tiga orang. Hampir satu jam dia menunggu, Morie dan Ayaka tak kunjung datang. Dia mulai jenuh dan memutuskan untuk menelpon Ayaka. Setelah beberapa detik ponsel Mitsuo menempel di telinganya, terdengar suara Ayaka yang terengah-engah.
"Hallo Mitsuo. Aku di depan restoran. Maaf membuatmu menunggu."
"Tidak apa. Aku di meja 16. Ok!"
"Ok." kata Ayaka sambil menutup telepon dan melambaikan tangan ke arah Mitsuo. Dengan sekejap, Ayaka dan Morie telah menghampiri Mitsuo.
"Silahkan duduk." sambil berdiri dan membungkuk di depan kedua gadis cantik itu.
"Terima kasih" Balas Ayaka dan Morie bersamaan.
"Salam kenal Morie-chan. Senang bisa bertemu denganmu lagi." Sambutan hangat dari Mitsuo.
"Salam kenal oniisan" Balasnya dengan senyum.
Mereka bertiga berbincang-bincang dengan hangat, meskipun Morie masih canggung dalam suasana ini. Lima belas menit kemudian Mie Ramen pesanan mereka bertiga datang. Mereka pun memakannya dengan lahap sambil sesekali menceritakan tentang masa lalu Ayaka dan Mitsuo.
Setelah sampai di restoran , dia langsung memesan meja untuk tiga orang. Hampir satu jam dia menunggu, Morie dan Ayaka tak kunjung datang. Dia mulai jenuh dan memutuskan untuk menelpon Ayaka. Setelah beberapa detik ponsel Mitsuo menempel di telinganya, terdengar suara Ayaka yang terengah-engah.
"Hallo Mitsuo. Aku di depan restoran. Maaf membuatmu menunggu."
"Tidak apa. Aku di meja 16. Ok!"
"Ok." kata Ayaka sambil menutup telepon dan melambaikan tangan ke arah Mitsuo. Dengan sekejap, Ayaka dan Morie telah menghampiri Mitsuo.
"Silahkan duduk." sambil berdiri dan membungkuk di depan kedua gadis cantik itu.
"Terima kasih" Balas Ayaka dan Morie bersamaan.
"Salam kenal Morie-chan. Senang bisa bertemu denganmu lagi." Sambutan hangat dari Mitsuo.
"Salam kenal oniisan" Balasnya dengan senyum.
Mereka bertiga berbincang-bincang dengan hangat, meskipun Morie masih canggung dalam suasana ini. Lima belas menit kemudian Mie Ramen pesanan mereka bertiga datang. Mereka pun memakannya dengan lahap sambil sesekali menceritakan tentang masa lalu Ayaka dan Mitsuo.
****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar