Rabu, 01 Desember 2010

Goodbye My Love

The Second Dinner

Tidak henti-hentinya Ayaka memuja-muja Mitsuo, pria bertubuh tinggi tegap, mata yang agak sipit dan berwarna coklat bergaris biru, serta rambut yang agak panjang dan berantakan. Sepertinya Ayaka masih mengharapkan Mitsuo menjadi kekasihnya seperti dulu.

"Andai waktu itu dia tidak pindah ke Korea, pasti kami akan tetap bersama hingga sekarang." Khayal Ayaka membuka pembicaraan dalam perjalanan yang sepi, setelah makan malam bersama dengan Mitsuo.
"Kau masih mencintainya?" Tanya Morie penasaran.
"Mungkin.. Dia cinta pertama ku Morie, meskipun waktu itu aku hanya manganggapnya cinta monyet."
"Hmm.. Kenapa kau tidak menanyakannya langsung tentang kelanjutan statusmu kepadanya?"
"Aku ingin melakukannya, tapi aku takut jika dia telah memiliki kekasih yang baru."
"Tidak ada salahnya kan jika kau mencoba?"
"Baiklah, akan ku kumpulkan semua keberanianku untuk melakukan itu."
"Pasti kau berhasil." Morie menyemangati Ayaka dan memeluk sahabat terdekatnya itu.

Mereka berpisah ketika Ayaka sampai di depan lorong menuju rumahnya, sedangkan Morie masih harus berjalan untuk sampai ke flatnya.

****

"Morie, jaketmu!!" Teriak bibi Akemi~tetangga terdekat Morie.
"Terima kasih bibi." Katanya ketika mengambil jaketnya dari bibi Akemi.
Morie berjalan menuju Sakura Book, dia harus bekerja lebih keras hari ini karena pengunjung semakin ramai. Dia tidak habis pikir, orang-orang Jepang amat sangat rajin untuk mengerjakan tugas mereka. Padahal, musim panas merupakan liburan yang sangat dinantikannya.

"Ohayo Ayaka." Menyapa Ayaka yang sedang sibuk menghitung dan mengamati buku-buku baru yang dikirim oleh salah satu penerbit
langganan Sakura Book.
"Ohayo Morie." Jawabnya tanpa melihat ke arah Morie.
"Buku baru? Mengapa datang hari ini? Bukannya kau meminta dikirim bulan depan?"
"Sepertinya mereka salah kirim, tetapi semua buku-buku ini pesananku minggu kemarin."
"Oh.. Kau sudah menelpon managernya?"
"Belum, dari tadi teleponnya tidak diangkat. Mungkin hari ini mereka tutup."
"Lalu, bagaimana kau bisa mengetahuinya?"
"Aku akan mengunjungi mereka dan mengembalikan buku-buku ini nanti siang. Ku harap kau mau menjaga Sakura Book sampai malam tanpaku!" Kata Ayaka yang bersiap-siap membereskan buku-buku yang berantakan di bawah meja kasir.
"Baiklah, apa boleh buat? Aku akan menjaga Sakura Book sampai malam tanpa dirimu." Kata Morie sambil meletakkan buku yang berserakan ke dalam kotak yang akan dibawa oleh Ayaka.

****

Jam dinding menunjukkan pukul 19.57, pengunjung telah pergi. Hanya keheningan yang menemaninya. Dia segera membersihkan badan di toilet setelah membalikkan papan "BUKA" menjadi "TUTUP". Ketika membuka pintu toilet, ponselnya melantunkan lagu Never Let You Go-nya Janice. Dia pun segera mengurungkan niatnya untuk ke toilet.

"Konbanwa.." Terdengar suara di balik telepon itu.
"Konbanwa.. Ini siapa?" Tanya Morie kepada penelpon yang tidak terdaftar di handphone-nya.
"Ini Mitsuo. Kau di Sakura Book?"
"Oh.. Kau. Iya, aku masih di Sakura Book. Kenapa?"
"Aku ingin mengembalikan buku, tetapi aku melihat tulisan "TUTUP" di pintu Sakura Book."
"Oh itu. Aku lelah, jadi aku memutuskan untuk menutup lebih awal. Sekarang kau di luar?"
"Iya.. Bukalah pintunya sekarang."
"Baik. Tunggu sebentar!"
"Baiklah.." Mitsuo membalikkan badan dan melihat Morie yang sedang menggenggam ponselnya.

Morie segera membuka pintu dan membiarkan Mitsuo masuk.

"Masuklah. Taruh saja buku itu di dalam laci itu." Kata Morie, menunjuk ke arah laci yang di maksudnya.
"Ok. Kau mau kemana?" Tanya Mitsuo ketika melihat Morie berjalan menuju ke arah belakang Sakura Book.
"Aku ingin ke toilet dan membersihkan badan sebentar. Tunggulah di situ beberapa menit!" Morie setengah berteriak untuk memberi tahu Mitsuo.

Setelah beberapa menit, Morie keluar dan segera mengambil tas yang di bawanya, serta mengenakan jaketnya.
"Kau mau pulang sekarang? Tidak menunggu Ayaka?"
"Aku lapar. Ingin makan, jadi aku malas menunggunya. Tapi, aku akan menelponnya nanti."
"Mau makan malam bersamaku?" Tanya Mitsuo yang mengagetkan Morie, dia tidak menyangka Mitsuo akan mengajaknya makan malam.
"Ha? Memangnya kau tidak sibuk?"
"Kalau aku sibuk, aku tidak akan mengajakmu. Mau tidak?" Tanya Mitsuo sekali lagi.
"Baiklah, karena aku sudah kelaparan, aku menerima ajakanmu." Morie menerima ajakan Mitsuo dan segera meninggalkan Sakura Book.

****

"Sebaiknya kau menelpon Ayaka sekarang!" Mitsuo memecahkan keheningan dalam mobil sedan hitam miliknya, setelah beberapa menit tidak ada suara sedikitpun di mobilnya..
"Oh iya. Hampir Saja aku lupa menelponnya." Katanya sambil mengeluarkan ponsel dari tasnya dan segera menekan nomor telepon Ayaka. Beberapa detik kemudian, terdengar suara Ayaka.

"Kau sudah pulang?" Tanya Ayaka.
"Iya, aku lapar jadinya aku pulang. Ini sedang bersama Mitsuo. Aku akan makan malam bersamanya. Kau sudah pulang?"
"Oh.. Iya, aku di rumah sekarang. ternyata buku itu bukan untuk kita. Haha.."
"Ya sudah. Istirahatlah, jangan sampai kau jatuh sakit." Kata Morie dan langsung menutup telepon.

Setelah beberapa menit dalam mobil, mereka pun sampai pada restoran yang sangat ramai, tapi tetap membuat Morie bersemangat karena perutnya telah bernyanyi-nyanyi dari tadi. Mereka pun segera masuk dan memesan makanan kesukaan mereka masing-masing. Dalam hitungan menit, pesanan diantar oleh pelayan restoran itu dan mereka menikmati makan malam itu dengan lahap.

****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar